e-reader ukuran kecil, beratnya sekitar 74 gram dan tebalnya cuma 5,9 mm.
Bandingannya, Kindle atau tablet biasa jauh lebih makan tempat.
Dari sisi software, X4 emang dibikin simple—nggak ada toko buku bawaan, fiturnya seadanya.
Firmware bawaannya sendiri cukup bare-bones, tapi karena hardware-nya terbuka buat dioprek, komunitas bikin firmware alternatif kayak CrossPoint yang open source.
Lewat firmware ini beberapa keterbatasan software bawaan—kayak opsi ukuran teks dan dukungan format—bisa diperluas.
Soal daya tahan baterai, dari pengalaman pakai baca 3 jam biasanya cuma habis 4-5 persen.
Satu hal yang perlu dipertimbangkan: X4 nggak punya touchscreen, semua navigasi pakai tombol fisik.
Ini ada plus-minusnya. Plusnya, nggak ada risiko halaman kegeser sendiri gara-gara kesentuh nggak sengaja.
Minusnya, tombolnya nggak dikasih label jadi butuh waktu buat hafal fungsi masing-masing, dan navigasi menu jadi kurang praktis dibanding layar sentuh.