Minggu lalu, saya membaca sebuah buku tentang keuangan pribadi berjudul Kakeibo — metode tradisional Jepang untuk mengatur anggaran dengan penuh kesadaran.
Tapi ada satu kekurangan besar: semuanya berbasis kertas. Meskipun indah secara teori, format fisik ini cepat terasa merepotkan dalam kehidupan sehari-hari.
Saat itulah saya mendapat ide: bagaimana kalau saya membangun sebuah bot Telegram untuk membantu saya menjalankan metode Kakeibo dengan cara yang lebih praktis dan mudah diakses?
Untuk membangun bot-nya, saya memilih Go sebagai tulang punggung utama dalam menangani interaksi dengan Telegram. Go cepat, efisien, dan setelah dikompilasi, sangat mudah dijalankan di berbagai lingkungan.Saya menyukai gagasan memiliki satu file biner yang langsung bisa dijalankan tanpa runtime atau lingkungan virtual yang rumit.
Untuk penyimpanan data, saya menggunakan SQLite Karena bot ini terutama digunakan untuk keperluan pribadi, saya tidak memerlukan database server seperti MySQL atau PostgreSQL.
Untuk memproses data dan menghasilkan laporan, saya menulis beberapa skrip Python yang membaca data dari SQLite dan menghasilkan laporan mingguan atau bulanan. Pemisahan antara logika bot di Go dan logika pelaporan di Python membuat kode menjadi modular, dan memudahkan pengembangan setiap bagian secara terpisah.