Girl's Last Tour

20 Februari, 2026 · 3 menit

Orang terakhir yang hidup di bumi? nggak paham konsep dasar seperti makam, musik, peradaban, tuhan, atau perang?

Premis ini jadi dasar dari manga Girl's Last Tour — sebuah manga yang nyeritain dua gadis di dunia paska-kiamat.

Sebelum lanjut, aku mau kasih tahu kalau manga ini punya total 6 volume, dan 4 volumenya sudah diadaptasi jadi anime.

Misal kalian sudah nonton animenya, kalian bisa lanjut baca volume 5 terus volume 6.

Alur ceritanya sederhana: hanya nyeritain bagaimana mereka berdua melintasi kota bertingkat raksasa yang strukturnya menyerupai labirin beton tanpa ujung.

Dunia di manga ini digambarin sebagai peradaban maju yang telah lama berhenti berfungsi.

Chito dan Yuuri bergerak pake Kettenkrad, ngelewatin pabrik-pabrik tua, perpustakaan yang berdebu, sampe sisa-sisa instalasi militer.

Secara visual, manga ini menggunakan gaya gambar yang khas dengan garis-garis yang agak "kasar" namun sangat ekspresif.

Hal-hal sepele yang kita anggap biasa—kaya roti, air hangat, atau melihat cahaya lampu yang nyala jadi momen yang penuh syukur bagi mereka.

dan terlepas manga ini berlatar di dunia paska-kiamat dua protagonisnya nggak terkotak antara nihilis pasif maupun nihilis aktif

mereka nggak secara aktif berusaha mencari makna hidup mereka dan dilain sisi nggak juga menjadi pasif soal keadaan mereka

mereka masih berusaha cari bensin , cari air bersih dan ransum kaya sispus yang ngedorong batu keatas bukit cuma untuk jatuh lagi

Secara keseluruhan, manga ini lebih mengejar jawaban atas pertanyaan "bagaimana kita menjalani hidup di dunia yang sudah hancur."