Tenmaku no Jaadugar judul aslinya, "Jaadugar" sendiri kata dalam bahasa Persia/Urdu yang berarti "penyihir"
Tapi dalam konteks anime ini, "sihir" yang dibawa oleh karakternya wijudnya kekuatan pengetahuan yang jadi senjata utama dalam bertahan hidup dan pengaruh.
Cerita dimulai di kota Tus, Persia (sekarang Iran), pada awal abad ke-13—era ketika Kekaisaran Mongol sedang mencapai puncak ekspansinya di bawah pimpinan Genghis Khan.
Sitara dijual menjadi budak ke pasar perbudakan ketika masih sangat muda, tapi takdir berubah ketika dia diambil oleh Fatima dan keluarganya—sekelompok scholar yang tinggal di kota Tus.
Di rumah Fatima, yang dimulai sebagai percobaan untuk melarikan diri berubah menjadi perjalanan transformatif.
Sitara menemukan bahwa pengetahuan—terutama di bidang sains dan kedokteran—bisa menjadi bentuk kekuatan yang jauh lebih berharga daripada kekuatan fisik.
Perjalanan Sitara kemudian menjadi lebih dalam—dari budak yang terselamatkan menjadi seseorang yang memanfaatkan pengetahuannya untuk menavigasi kompleksitas istana Mongol.
Dia secara diam-diam merencanakan balas dendam sambil menerima kehidupan yang nyaman di istana—menanti saat yang tepat untuk bergerak, yang datang saat terjadi kompetisi suksesi setelah kematian Genghis Khan.
Anime ini mengeksplorasi nuansa dari bagaimana seorang perempuan yang powerless berusaha memanfaatkan sistem untuk mendapatkan pengaruh dengan tetap menghormati konteks sejarah sambil menambahkan elemen "magical realism" melalui penggunaan pengetahuan sebagai "sihir."
premis shittara itu muslim lansung buat aku mikir kalau dia akan digambarkan secara generalis kalau dia muslim yang baik tapi nggak.
Sitara adalah individu yang pinter, ambisius, dan rela untuk buat keputusan yang abu abu secara moral untuk bertahan dan tujuannya yang buat cerita nya bener bener menarik